Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar Daring Bukan Sekolah

Beberapa waktu lalu, baca berita bahwa presiden menyatakan sekolah tatap muka akan dimulai Juli 2021 mendatang.
Postingan terbaru

Narkoba Berwujud Charger

Suatu ketika di sebuah gelaran persidangan pengadilan negeri. Agenda sidang pemeriksaan saksi. Dua saksi membeberkan kronologi penangkapan terdakwa.

Sepertinya Sedang Gundah

Aku duduk di teras rumah. Nggak ngapa-ngapain. Cuma pengen duduk aja. Jarang pake banget soalnya duduk ongkang kaki di depan rumah. Maklum, rada-rada kurang "srawung" emang. Gimana mau "srawung" coba. Pagi, masak. Dilanjut beberes rumah yang kaya? Apa ya.. susah mendeskripsikan situasi ketika segala mainan anak berserakan. Semua bantal turun ke lantai dibuat batas teritorial. Selimut jadi tenda.

Anak Polah Bapak Kepradah

Menjelang siang, sampai juga di pintu masuk lobi pengadilan. Saat mengisi buku tamu. Lamat-lamat terlihat sosok perempuan tua di ujung kursi tunggu. Setelah berbisik-bisik dengan satpam. Sesuai dugaan. Aku lalu menghampiri perempuan itu dan menyapa. Mungkin ia lupa, biar saja.

Luapan di Sepertiga Malam

Selepas Isya. Tercium bau lumpur. Pekat. Dalam lembab. Dinding yang masih basah. Detak jarum jam beradu dengan senyap. Malam ini, terasa lebih hening dari biasa.

Antara Obsesi, Jalan Takdir dan Kejutan

Dulu, setelah lulus sekolah menengah atas. Bingung. Ada begitu banyak pilihan jurusan di perguruan tinggi. Jauh di lubuk paling dalam, ingin sekali masuk fakultas hukum.

Saat Air jadi Polemik

Apakah di daerahmu terjadi paceklik air juga? Pada musim kemarau 2020 ini, puncak was-was krisis air bersih terlewati lebih cepat. Ketimbang tahun lalu, 2019, jelas kentara berbeda dalam melewati masa paceklik air bersih. Jika tahun sebelumnya harus mengalami letihnya mengangsu.  Hanya demi bisa menanak nasi dan cukup untuk cebok. Setelah ketersediaan air pasokan dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten tak tersisa setetes pun. Selama hampir satu bulan, mencuci pakaian di sungai. Padahal saban hari dimanjakan oleh mesin cuci yang tak kenal lelah menggiling berapapun banyaknya baju kotor. Tentu saja, belum lupa bagaimana rasanya mengucek satu per satu sandang di sungai.  Tidak sendiri memang, antriannya banyak. Karena batu untuk papan kucek jumlahnya terbatas. Juga, air dari belik atau sumur hanya dua. Tak sebanding dengan orang yang datang ke sungai. Krisis air bersih tahun ini tidak sampai satu minggu.  Debit air sumur meski harus menunggu setengah ha...