Apakah di daerahmu terjadi paceklik air juga? Pada musim kemarau 2020 ini, puncak was-was krisis air bersih terlewati lebih cepat. Ketimbang tahun lalu, 2019, jelas kentara berbeda dalam melewati masa paceklik air bersih. Jika tahun sebelumnya harus mengalami letihnya mengangsu. Hanya demi bisa menanak nasi dan cukup untuk cebok. Setelah ketersediaan air pasokan dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten tak tersisa setetes pun. Selama hampir satu bulan, mencuci pakaian di sungai. Padahal saban hari dimanjakan oleh mesin cuci yang tak kenal lelah menggiling berapapun banyaknya baju kotor. Tentu saja, belum lupa bagaimana rasanya mengucek satu per satu sandang di sungai. Tidak sendiri memang, antriannya banyak. Karena batu untuk papan kucek jumlahnya terbatas. Juga, air dari belik atau sumur hanya dua. Tak sebanding dengan orang yang datang ke sungai. Krisis air bersih tahun ini tidak sampai satu minggu. Debit air sumur meski harus menunggu setengah ha...