Aku duduk di teras rumah. Nggak ngapa-ngapain. Cuma pengen duduk aja. Jarang pake banget soalnya duduk ongkang kaki di depan rumah. Maklum, rada-rada kurang "srawung" emang. Gimana mau "srawung" coba. Pagi, masak. Dilanjut beberes rumah yang kaya? Apa ya.. susah mendeskripsikan situasi ketika segala mainan anak berserakan. Semua bantal turun ke lantai dibuat batas teritorial. Selimut jadi tenda.
Pada awalnya, tulis-menulis dan jurnalisme mendekatkan kita. Berjarak dan berbeda, tapi kami tetap bersahabat. Sampai satu dekade dan akan lebih. Kisah dan ceritanya ingin kami bagikan melalui halaman ini.